Tenaga Kerja Lokal Indonesia Didiskriminasi di Morowali Utara
Jumhur Hidayat, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Tenaga Kerja Lokal Indonesia Didiskriminasi di Morowali Utara

Tenaga kerja lokal Indonesia didiskriminasi perusahaan asal Cina di Morowali Utara. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat dalam acara Sarita - TKA China, Jumhur Hidayat: Morowali Utara seperti Negara dalam Negara, Jumat (20/1/2023) di kanal YouTube Realita TV.

Ia mencontohkan. "(Tenaga kerja lokal Indonesia) kerja manggul karung digaji 5 juta, si fulan (TKA Cina) manggul karung digaji 20 juta, itu kejahatan diskriminasi, di situ terjadi," bebernya.

Selain itu fasilitasnya jauh berbeda. Apalagi (tenaga kerja lokal) makan di tempat yang kumuh sementara yang lain (TKA Cina) tidak. "Itu terjadi!" ungkapnya.  

Menurut Jumhur, negara juga menyokong (backing) para investor asal Cina sehingga peraturan ketenagakerjaan diubah, bahkan dilanggar demi menyokong mereka. “Jadi yang mem-backing itu resmi. Misalnya, wajib berbahasa Indonesia, --wah nggak bisa dong kalau begitu orang masuk– ya udah kalau begitu ubah aturannya, itu kan backing," pungkasnya.[]

 

Penulis: Joko Prasetyo