Sekjen Kemenag tinjau lokasi pembangunan MAN Terpadu Maros
Sekjen Kemenag Nizar Ali (kiri) didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni (tengah) saat meninjau lokasi rencana pembangunan MAN Terpadu Maros, Jumat (21/1)

Sekjen Kemenag tinjau lokasi pembangunan MAN Terpadu Maros

Makassar - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Terpadu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Kalau ada potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah institusi atau madrasah tentu Kementerian Agama mendukung penuh. Sepanjang itu prospeknya baik. Tidak ada yang menolak sebuah keinginan yang bermanfaat bagi semua," ujar Nizar Ali di Maros, Jumat.

Ia mengatakan, letak lokasi madrasah yang akan dibangun berada di pinggir jalan poros Maros-Pangkep, tepatnya di Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau Kabupaten Maros dengan luas lahan lebih tujuh hektare itu sangat potensial untuk dikembangkan.

Nizar pun menyarankan kepada Kemenag Maros untuk segera mempersiapkan segala sesuatu terkait administrasi pendidikan madrasah sebelum pembangunan dilaksanakan.

"Kalau perangkat perizinan sudah selesai baru dibangun. Harus perangkat administrasi dulu dilakukan baru supporting pembangunan. Jangan pembangunan dulu nanti bisa mangkrak," katanya.

Menurut dia, pembangunan madrasah sangat potensial dikembangkan, apalagi jika didukung dengan semangat dan komitmen dari kementerian agama untuk memproses cepat pendirian madrasah tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Maros Abd Hafid yang mendampingi Sekjen Kemenag Nizar Ali mengunjungi lokasi rencana pembangunan madrasah itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya karena mendapat dukungan penuh.

"Lokasi pembangunan MAN yang berada di pinggir jalan Nasional Trans-Sulawesi poros Maros-Pangkep dengan luas lahan sekitar 7 hektare lebih ini merupakan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan," katanya.

"Alhamdulillah, seusai bincang-bincang termasuk dengan anggota DPR RI Syamsu Niang, mudah-mudahan tahun ini kita sudah merampungkan perencanaannya," tambahnya.

Mengenai site plan pembangunan madrasahnya, pihaknya mengaku sudah menyiapkannya.

"Mudah-mudahan tahun ini sudah dimulai pembangunannya, dan mungkin akan dilakukan bertahap 2 sampai 3 tahun ke depan," ucapnya.(ant)

Penulis: Muh. Hasanuddin

Editor: Novendra Effendi