PT Lancar Jaya Mandiri Abadi (LMA) merupakan anak perusahaan dari PT Persero BUMN Karya di Indonesia. Untuk membangun jalan khusus angkutan batu bara tersebut, Pemprov Jambi pun melakukan pertemuan dengan PT LMA di ruang rapat Sekda Provinsi Jambi, Senin (10/1).

"Kita memiliki minat untuk investasi di jalan khusus batu bara ini, sehingga kemacetan yang ada di Jambi bisa diurai juga," kata Direktur Operasional PT LMA, Rizki Dianugrah.

Dia menjelaskan, jalur khusus tersebut akan dibangun dari Kabupaten Sarolangun sampai ke Pelabuhan di Kabupaten Muarojambi dengan jarak 140 kilometer.

Dalam rapat bersama Sekda Provinsi Jambi dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jambi, Rizki mengatakan akan menyiapkan grand design daerah atau wilayah mana saja yang akan dilewati.

"Tentunya jalan itu mempertimbangkan aspek lingkungan dan tak masuk ke hutan lindung, jadi kami optimistis dalam akhir tahun ini bisa mulai kontruksinya," jelasnya.

Dari analisis yang mereka lakukan, nilai investasi tersebut bisa berubah. Sesuai dengan kondisi jalan yang akan dilalui. Apakah ada jembatan atau tidak.

"Kita baru menyiapkan pra basic design, panjang jalan dan lebar jalannya yang kurang lebih 10 meter, dua jalur jalan," sebutnya.

Diketahui, jalan tersebut dibuat bukan dengan aspal atau digit beton, akan tetap menggunakan metode lapisan batu dengan sedikit semen yang dianggap cukup dan kuat untuk truk melintas.

Sementara itu, Pemprov Jambi terbuka dengan adanya investor yang masuk untuk membangun jalan khusus truk batu bara tersebut.

"Ini sebenarnya tidak bisa ditawar-tawar lagi, apalagi batu bara ini selalu buat kemacetan. Makanya sekarang ada persentase soal jalan khusus ini dari investor," kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman.

Saat ini memang perlu adanya investor yang masuk untuk membangun jalur khusus tersebut, karena kemampuan dari keuangan daerah sendiri yang tak mumpuni. "Setelah ini pasti ada lanjutannya lagi, jadi kita lihat nanti ada berapa investor yang masuk berminat untuk ini," tambahnya.

Sementara, untuk saat ini Sudirman juga mengakui bahwa terjadi kemacetan, solusi jangka pendek saat ini belum ada kecuali adanya bahu jalan atau tempat parkir khusus batu bara.

"Mudah-mudahan nanti jalur khusus batu bara bisa direalisasikan dengan cepat, sehingga tak ada lagi korban atau kemacetan," katanya menambahkan. (ant)