Pencarian warga terseret arus banjir di Maluku Tengah dihentikan
Dokumen: Puluhan anggotan Bataliyon Marinir Pertahanan Pangkalan IX Ambon mengikuti latihan SAR gabungan bersama Rescuer Basarnas Ambon di Desa Liliboy dan disaksikan langsung Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Djunaidi, S.Sos bersama Danyon Marhanlan IX Ambon, Letkol (Marinir) Syahrial Isnadie. (6/11)

Pencarian warga terseret arus banjir di Maluku Tengah dihentikan

Ambon - Tim SAR gabungan secara resmi menutup operasi pencarian terhadap Adam Mesinai (41) yang dilaporkan terjatuh dari rakit dan terseret arus banjir Sungai Ruata di Kecamatan Teon-Nila-Serua (TNS) di Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah pada Minggu (26/9).

"Pencarian telah kami hentikan dan sekarang dilanjutkan dengan pemantauan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional Ambon Mustari di Ambon, Selasa.

Menurut dia, penutupan operasi SAR untuk mencari korban dilakukan setelah tim SAR gabungan dari Basarnas Ambon melakukan pencarian selama enam hari dengan menyisir aliran Sungai Ruata, termasuk menggunakan alat berat ekskavator untuk membongkar tumpukan kayu gelondongan namun hasilnya nihil.

Informasi hilangnya Adam didapatkan dari laporan Babinsa Makariki, (Malteng) Deni Lasol bahwa korban bersama tiga rekannya baru pulang mencari kayu di hutan lalu menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit.

Namun derasnya aliran sungai akibat banjir menyebabkan mereka terjatuh dan tiga orang berhasil menyelamatkan diri ke tepian, sementara satu korban terseret banjir.

Teman korban menjelaskan masih sempat melihat korban terbawa arus sungai namun sesampainya di sekitar area penumpukan kayu loging, korban terisap ke dalam pusaran air yang berada di tumpukan kayu tersebut.

"Upaya pencarian pun sudah dilakukan oleh masyarakat namun hasilnya nihil dan baru diinformasikan ke Kantor Basarnas Ambon pada Rabu (29/9)," kata Mustari.(ant)

Penulis: Daniel Leonard

Editor: Novendra Effendi