Pembakaran atribut partai rugikan partai demokrat
Aksi pembakaran atribut partai Demokrat di Kota Kupang

Pembakaran atribut partai rugikan partai demokrat

Kupang - Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Jhon Tuba Helan menilai bahwa pembakaran atribut partai Demokrat oleh pendukung mantan Ketua DPD Demokrat NTT Jefry Riwu Kore justru merugikan partai itu sendiri.

"Kalau membakar atribut sendiri, membakar logo partai sendiri artinya mereka merusak nama partai itu sendiri," katanya kepada ANTARA di Kupang, Rabu.

Menurut dia, aksi unjuk rasa serta pembakaran berbagai lambang partai itu tidak menguntungkan partai Demokrat kedepannya, khususnya di NTT apalagi itu adalah masalah internal di partai itu sendiri.

Menurut dia aksi Demonstrasi wajar dilakukan di Indonesia karena itu bagian dari Demokrasi, namun apabila aksi Demontrasi itu menganggu orang lain maka itu sudah tidak benar.

Iapun menjelaskan bahwa menurut ajaran demokrasi, setiap pertarungan dalam jabatan pasti ada yang kalah dan ada yang menang.

"Ini harus dipahami oleh setiap kader partai penganut demokrasi. Yang kalah beri selamat pada yang menang,dan yang menang rangkul yang kalah untuk sama- sama-bergandengan tangan lanjutkan perjuangan ke depan," ujar dia.

Ia mengatakan bahwa tidak produktif jika karena kekalahan lalu diikuti dengan tindakan yang mengarah kepada perpecahan, seolah terdapat dua kelompok (kalah dan menang) yang berlangsung sepanjang waktu.

Kelompok kalah dan menang berakhir saat pertarungan selesai, selanjutnya bersatu dalam perjuangan menuju suatu tujuan yang sama.

"Seharusnya apa yang sudah diputuskan oleh pimpinan Partai harus ditaati karena hal itu wajar-wajar saja," tambah dia.

Sebelumnya DPP Partai Demokrat menetapkan Leonardus Leo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT menggantikan Jefry Riwu Kore.

Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Partai Demokrat MM Ardy Mbalembout mengatakan penetapan Leonardus Leo sebagai Ketua DPP Partai Demokrat NTT melalui keputusan oleh tim tiga terdiri dari Ketua Umum, Sekjen dan Ketua BOKK.

Hal itu menurut dia sesuai keputusan dalam AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang menyatakan kewenangan menentukan ketua DPD dan DPC Partai Demokrat ada pada tim tiga yaitu Ketum, Sekjend dan BPOKK.

Menurut Ardy yang juga sebagai Wakil Ketua Mahkamah Partai Demokrat Pusat, penetapan Ketua DPD Partai Demokrat NTT itu sudah final.

Dia menjelaskan mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Kore masih tetap menjadi kader Partai Demokrat dan menjadi salah satu pengurus DPP Partai Demokrat.(ant)

Penulis: Kornelis Kaha

Editor: Novendra Effendi