Kiai Labib: Terbitnya Perppu Semakin Tunjukkan Demokrasi Hanya Ilusi
KH Rokhmat S Labib, Cendekiawan Muslim.

Kiai Labib: Terbitnya Perppu Semakin Tunjukkan Demokrasi Hanya Ilusi

Terbitnya peraturan presiden pengganti undang-undang (perppu) dinilai Cendekiawan Muslim KH Rokhmat S Labib semakin menunjukkan demokrasi hanyalah ilusi.

“Fakta ini semakin menunjukkan bahwa sistem demokrasi hanya ilusi,” simpulnya seperti dikutip Pamongreaders.com dari tabloid Media Umat edisi 328: Perppu Ciptaker Anak Emaskan Oligarki (27 Jumadil Akhir-11 Rajab 1444 H | 20 Januarai – 2 Februari 2023).

Menurutnya, presiden yang seharusnya hanya menjalankan fungsi eksekutif, justru membuat undang-undang. “Adanya Perppu ini salah satu buktinya,” tegasnya lagi.

Karena, jelas Kiai Labib, dalam negara demokrasi, kekuasaan legislatif yang bertugas membuat undang-undang dipisahkan dengan kekuasaan eksekutif yang menjadi pelaksananya. Ada lagi kekuasaan yudikatif yang menangani peradilan.

Legislatif ditangan DPR, yang diklaim sebagai wakil rakyat. Sementara eksekutif dipimpin presiden. “Agar tidak terjadi diktatorisme, maka keduanya dipisahkan,” jelasnya.

Kiai Labib juga mengakui, memang perppu itu masih harus mendapatkan persetujuan DPR. Tapi ingat, sebagian besar anggota DPR berasal dari partai penguasa dan koalisi pendukung penguasa. Maka, hampir dipastikan akan disetujui. “Kalau begitu, di mana demokrasiya? Di mana kedaulatan rakyat? Rakyat yang katanya berdaulat dan diwakili DPR, hanya menjadi stempel kekuasaan,” ungkapnya.

Menurutnya, akan menjadi lebih kacau lagi, ketika undang-undang yang disahkan itu justru banyak merugikan rakyat dan menguntungkan oligarki sebagaimana UU/Perppu Ciptaker. “Mana mungkin rakyat membuat aturan yang menyengsarakan diri mereka sendiri!?” pungkasnya.[]

Penulis: Joko Prasetyo