Inilah Pihak yang Paling Diuntungkan dari Pemilu Sistem Proporsional Tertutup
Wahyudi al-Maroky (kanan), Direktur Pamong Institute.

Inilah Pihak yang Paling Diuntungkan dari Pemilu Sistem Proporsional Tertutup

Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky mengungkapkan pihak yang paling diuntungkan dari diubahnya pemilu sistem proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup.

“Jadi, menurut saya kalau ini diubah menjadi proporsional tertutup yang paling diuntungkan adalah partai besar dan ini justru melanggengkan politik dinasti, politik oligarki, dan sistem otoritarian semakin menguat,” tegasnya dalam acara Bincang Bersama Sahabat Wahyu: Orde Baru Kembali? PDIP Dukung Proporsional Tertutup, Jumat (20/1/2023) di kanal YouTube Megapolitan News Forum - MNF TV id.

Wahyudi menegaskan, sistem proporsional tertutup menjadi ajang belajar parpol besar dan kader-kadernya yang berkuasa untuk semakin diktator dan semakin otoriter. “Karena mereka pasti mempertahankan kekuasaannya itu dengan berbagai cara,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan ketika sistem proporsional tertutup ini dipraktikkan di masa orde Baru sangat ampuh untuk mempertahankan kekuasaan Soeharto dan kroninya. “Dan terbukti puluhan tahun, 32 tahun kan kalau boleh dibilang rezim orde Baru itu berkuasa?” ujarnya mengingatkan.

Wahyudi juga menilai PDIP keukeuh mewacanakan kembali ke sistem proporsional tertutup bahkan sudah mengajukin uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi karena terinspirasi keberhasilan menjaga kekuasaan Golkar selama orde Baru tersebut.

“Kenapa? Karena rakyat hanya memilih gambar partai dan tidak memilih orang per orang. Saya pikir di situlah letaknya partai besar sangat diuntungkan dengan sistem proporsional tertutup itu,” jelasnya.

Menurutnya, dengan dilakukannya perubahan (sistem pemilu menjadi proporsional tertutup) tentu yang paling siap terhadap suatu aturan tentu yang sudah mapan atau partai yang sudah besar. Karena partai kecil pasti kelabakan, dengan peserta yang terbatas, dengan jaringan yang terbatas, dan pendanaan yang terbatas kalau ada perubahan-perubahan yang mendadak begitu.

Wahyudi menyebut, PDIP sebagai partai pemenang pemilu kemarin tentu sangat diuntungkan. Yang paling dirugikan adalah partai-partai kecil, karena itulah delapan partai itu menolak. Dengan model seperti ini, partai besar menjadi bertambah besar dan kalau ini terjadi makin kokohnya oligarki menguasai partai-partai di negeri ini.

“Kenapa? Mau enggak mau partai kecil akan menggandeng investor politik. Sedangkan partai besar, investor politiknya sudah besar-besar duluan. Dengan itu dia makin mapan dan makin stabil,” pungkasnya.[]

Penulis: Joko Prasetyo