Inikah Tujuan Utama Israel Kerap Serang Jamaah Shalat Tarawih di Masjidil Aqsha?
Wahyudi al-Maroky (kanan), Direktur Pamong Institute.

Inikah Tujuan Utama Israel Kerap Serang Jamaah Shalat Tarawih di Masjidil Aqsha?

Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky mengungkapkan tujuan utama Israel kerap menyerang jamaah shalat Tarawih di Masjidil Aqsha setiap tahun.

“Saya pikir memang tujuan utama mereka adalah membuat kerusakan di muka bumi juga membuat orang yang ingin bertakwa itu menjadi gagal,” ujarnya dalam Bincang Bersama Sahabat Wahyu: 3 Level Bela Masjid Al-Aqsha & Palestina, Rabu (12/4/2023) di kanal YouTube Jakarta Qolbu Dakwah.

Menurut Wahyudi, pada bulan suci Ramadhan kaum Muslim itu menjalankan ibadah puasa, shalat Tarawih, dan berbagai amalan lainnya dalam rangka meraih derajat takwa. “Nah mereka itu paling tidak suka melihat orang-orang bertakwa itu. Karena mereka dasarnya ingin membuat kerusakan,” jelasnya.

Maka, jelas Wahyudi, mereka bukan saja merampas, menduduki Palestina secara ilegal tetapi juga membuat kezaliman yang luar biasa, secara brutal maupun secara biadab melakukan tindakan-tindakan membubarkan orang yang sedang shalat. Mengikat, kemudian melempar dengan gas air mata dan seterusnya.

“Jadi melihat orang bertakwa itu benci, melihat orang jadi baik itu tidak suka. Mereka pasti ingin membuat kerusakan di muka bumi ini terus-menerus dan membuat kezaliman,” jelasnya.

Bahkan, Wahyudi mengingatkan, kalau melihat sejarahnya, Yahudi itu kan yang membunuhi nabi mereka sendiri. “Itulah menurut saya karakter Yahudi Israel laknatullah itu memang seperti itu,” jelasnya.

Nabi-nabi itu, lanjut Wahyudi, diutus Allah SWT untuk meluruskan mereka (bani Israel/orang Yahudi) agar menjadi orang yang taat, menjadi orang yang beriman, tapi justru nabinya saja dibunuh.

“Sekelas nabi saja dibunuh oleh mereka, apalagi sekelas manusia biasa seperti Muslim Palestina tentu membunuhnya lebih mudah lagi, tidak ada beban. Orang nabi saja dibunuh,” ungkapnya.

Harus Dihentikan

Menurut Wahyudi, kebiadaban Yahudi Israel harus dihentikan. “Saya pikir ini harus dihentikan,” tegasnya.

Namun, jelas Wahyudi, yang menghentikan bukan orang biasa, bukan pula dengan sistem biasa. Orang yang menghentikannya tentu orang-orang yang mempunyai kualitas.

“Minimal seperti dua orang yang pernah membebaskan Palestina dengan mengusir kezaliman dari bumi Palestina yaitu Khalifah Umar bin Khaththab dan Sultan Muhammad Shalahuddin al-Ayyubi,” jelasnya.  

Selain orangnya berkualitas, jelas Wahyudi, tentu juga dengan sistem pemerintahan yang digunakan Khalifah Umar dan Shalahuddin al-Ayyubi (yakni khilafah). “Kalau sistem republik saya pikir tidak terbukti, (sebab) para presiden sudah sekian lama ini tidak mampu menghentikan kekejaman dan kebiadaban Israel yang sudah merampas tanah Palestina,” pungkasnya.[]

Penulis: Joko Prasetyo