Bupati Minahasa fokus tingkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2022
Bupati Minahasa Dr Royke Roeing, di Tondano, Rabu

Bupati Minahasa fokus tingkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2022

Manado - Bupati Minahasa Dr Royke Octavian Roeing menyatakan pihaknya akan fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2022 ini.

Hal tersebut disampaikan bupati dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Terakhir Tahun 2021 dan Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2022 serta Penetapan Rencana Kerja DPRD Kabupaten Minahasa bulan Januari-April 2022 yang dipimpin Ketua DPRD Glady P E Kandouw, di Tondano, Rabu.

Bupati Royke Roring mengatakan Pembukaan Masa Persidangan ini menjadi momentum untuk kembali memfokuskan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan masyarakat untuk diemban guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Minahasa.

"Pada prinsipnya DPRD dan pihak eksekutif dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Minahasa mempunyai komitmen yang sama untuk itu walaupun disadari bahwa dinamika bangsa terkadang mengharuskan kita untuk melakukan berbagai penyesuaian baik dalam penganggaran maupun dalam pelaksanaan," kata Bupati.

Ditambahkannya, Tahun 2021 yang baru dilewati, terpaksa harus melakukan refocusing yang sedikit banyak mempengaruhi perencanaan dan pelaksanaan beberapa kegiatan. Namun karena komunikasi legislatif dan eksekutif baik yang juga didukung penuh Forkopimda maka program dan kegiatan dapat terlaksana sebagaimana diharapkan bahkan data terakhir menyatakan penyerapan APBD mencapai 90 persen.

Untuk Tahun 2022, katanya, disampaikan beberapa hal yakni, Pemkab Minahasa telah melakukan penyesuaian struktur unit kerja dengan adanya jabatan fungsional dan penyederhanaan struktur organisasi, tidak lama lagi proses audit akan berlangsung karena itu segera membenahi administrasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan di Tahun 2021.

Selain itu, pemkab terus melakukan berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai COVID-19 salah satunya dengan vaksinasi termasuk kini untuk anak usia 6-11 tahun.

Dia juga meminta dukungan mendapatkan semua dari para pihak, dan juga mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam dengan memperhatikan kondisi cuaca akhir-akhir ini.(Ant)

Penulis: Nancy Lynda Tigauw

Editor: Novendra Effendi